Bidik Pasar Hunian Premium Terjangkau, The Brawijaya Serpong Resmi Diluncurkan
Hunian Strategis Rp800 Jutaan di Serpong, The Brawijaya Andalkan Desain Eropa Klasik dan Akses.

TANGSEL, KabarProperti.id — PT Mitra Sinergi Development resmi meluncurkan proyek hunian The Brawijaya Serpong yang berlokasi di kawasan Ciater, Serpong, Tangerang Selatan.
Proyek ini mengusung konsep arsitektur Eropa klasik dengan pendekatan harga yang tetap terjangkau, menyasar kalangan end user yang menginginkan hunian berkarakter tanpa harus masuk ke segmen harga premium tinggi.
Dibangun di atas lahan seluas 1,7 hektare, The Brawijaya Serpong akan menghadirkan total 175 unit, terdiri dari 172 unit rumah dan 3 unit ruko.
Hunian ini menawarkan dua tipe utama, yakni Aryasatya dan Adinata, dengan harga mulai dari kisaran Rp800 jutaan serta status kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM). Pengembang menargetkan proses pembangunan dengan skema indent selama 12 bulan hingga serah terima kepada konsumen.
Direktur Utama PT Mitra Sinergi Development, Zufri Andi Surya, menyatakan bahwa proyek ini dirancang untuk menjawab kesenjangan antara keinginan pasar terhadap desain rumah mewah dengan keterbatasan daya beli di segmen tersebut.
“Selama ini rumah dengan gaya Eropa klasik identik dengan harga tinggi dan berada di segmen terbatas. Kami melihat ada kebutuhan yang belum terakomodasi, yaitu konsumen yang ingin tampilan mewah namun tetap rasional dari sisi harga,” ujar Zufri.
BACA JUGA : Andava Aparthouse @Pejaten Sukses Terapkan Tren Back To The City untuk Masyarakat Urban
Ia menambahkan, pendekatan desain yang diusung bukan sekadar estetika, tetapi juga bagian dari strategi positioning produk di tengah persaingan kawasan Serpong yang semakin kompetitif.
“Kami tidak hanya menjual rumah, tetapi menghadirkan identitas hunian. Konsep Eropa klasik ini kami kemas agar tetap relevan dengan kebutuhan keluarga modern, baik dari sisi fungsi maupun nilai jangka panjang,” kata dia.
Dari sisi lokasi, proyek ini berada di kawasan Ciater yang dikenal sebagai salah satu kantong pengembangan baru di sekitar BSD. Akses menuju gerbang tol Ciater dapat ditempuh sekitar 10 menit, sementara konektivitas transportasi publik juga didukung oleh kedekatan dengan Stasiun Rawa Buntu yang terhubung dengan jaringan KRL Commuter Line.
Selain itu, kawasan ini juga memiliki akses ke berbagai fasilitas penunjang seperti AEON Mall BSD dan ICE BSD yang dapat dijangkau dalam waktu sekitar 20 menit. Fasilitas kesehatan seperti Eka Hospital serta sejumlah institusi pendidikan seperti Sekolah Cikal, Al Wildan, Global Islamic School, hingga Santa Ursula turut memperkuat daya tarik lokasi bagi keluarga muda.
Direktur Marketing PT Mitra Sinergi Development, Mario Jati Prayugo, menilai bahwa kombinasi antara aksesibilitas dan kelengkapan fasilitas menjadi faktor utama yang mendorong minat pasar di kawasan ini.
“Serpong, khususnya Ciater dan BSD, saat ini berkembang sangat cepat. Infrastruktur sudah matang, fasilitas lengkap, dan akses ke Jakarta semakin mudah. Ini yang membuat kawasan ini tetap menjadi magnet bagi pembeli,” ujar Mario.
BACA JUGA : Terjual 50%, KVP Bina Propertindo Luncurkan Show Unit Casa Valli di Ciputat
Ia menambahkan, tren pasar saat ini menunjukkan pergeseran preferensi konsumen yang tidak hanya mempertimbangkan lokasi, tetapi juga desain dan nilai investasi jangka panjang.
“Konsumen sekarang lebih kritis. Mereka mencari rumah yang tidak hanya nyaman ditempati, tetapi juga memiliki nilai estetika dan potensi kenaikan harga. Di sinilah kami melihat peluang untuk menghadirkan produk yang berbeda,” katanya.
Untuk menjawab kekhawatiran konsumen terkait keamanan transaksi, pengembang juga menawarkan skema jaminan berupa buy back guarantee 100 persen apabila unit tidak dibangun dan tidak diserahterimakan sesuai komitmen.
Menurut Mario, skema ini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kepercayaan pasar di tengah maraknya proyek properti yang bersaing di segmen harga serupa.
“Kami ingin memberikan rasa aman kepada konsumen. Dengan adanya jaminan ini, pembeli memiliki kepastian bahwa investasi mereka terlindungi,” ujarnya.
Secara fasilitas, The Brawijaya Serpong akan dilengkapi dengan area hijau, jogging track, taman bermain anak, serta fasilitas ibadah berupa mushola. Pengembangan kawasan dirancang untuk mendukung gaya hidup keluarga yang aktif dengan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman.
Dari sisi bisnis, PT Mitra Sinergi Development menargetkan seluruh unit dapat terserap pasar dalam waktu 24 bulan dengan estimasi nilai pendapatan mencapai Rp200 miliar. “Saat ini, unit-unit yang telah terjual tengah memasuki tahap pembangunan dan ditargetkan selesai sesuai jadwal serah terima, ” ujar Novi Imelly, Direktur Pelaksana PT Mitra Sinergi Development.
Ditambahkan Novi Imelly, pengembang menilai bahwa kawasan Serpong masih memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan, terutama dengan terus berkembangnya pusat bisnis dan infrastruktur di wilayah BSD dan sekitarnya. Permintaan terhadap hunian dengan harga terjangkau namun berkonsep kuat diperkirakan akan tetap menjadi pendorong utama pasar dalam beberapa tahun ke depan.






