Pembiayaan

BP Tapera Dorong Akses Pembiayaan Perumahan dan UMKM di Surabaya, KUR Perumahan Tembus Rp305,26 Miliar

Program KPR FLPP dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

SURABAYA, KabarProperti.idBP Tapera menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pembiayaan perumahan sekaligus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi lintas sektor antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Dalam Negeri, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Bank BTN.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Surabaya, jajaran Eselon I Kementerian PKP, Direktur Utama SMF, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera Sid Herdi Kusuma, serta Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra daerah pemilihan Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP menyerahkan alokasi kuota rumah subsidi melalui skema KPR FLPP sebanyak 50.000 unit untuk Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Penyerahan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Gubernur Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam menghadirkan program perumahan yang berpihak kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan warga Jawa Timur.

Dari sisi BP Tapera, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma, hadir sebagai narasumber utama dalam sosialisasi program KPR FLPP. Dalam paparannya, ia menekankan kemudahan akses pembiayaan rumah subsidi, termasuk persyaratan yang semakin sederhana, suku bunga terjangkau, serta kepastian cicilan jangka panjang yang memberikan kepastian bagi masyarakat.

BACA JUGA : BP Tapera Resmi Menunjuk Dewan Pengawas Syariah periode 2026 – 2031

“Program KPR FLPP dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki rumah pertama dengan skema pembiayaan yang ringan dan berkelanjutan,” ujar Sid Herdi.

Peserta sosialisasi berasal dari berbagai kalangan, mulai dari nasabah PNM, pelaku UMKM, pengembang, toko bahan bangunan, kontraktor, hingga calon penerima manfaat program KUR Perumahan. Hal ini mencerminkan pendekatan ekosistem yang menghubungkan sisi permintaan (demand) dan penyediaan (supply) dalam sektor perumahan.

Dalam rangkaian kegiatan, Menteri PKP juga menyampaikan kebijakan Presiden terkait penurunan suku bunga pinjaman bagi nasabah PNM. Kebijakan ini disambut antusias oleh para peserta, khususnya pelaku UMKM yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi rakyat.

Lebih lanjut, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan melalui Bank BTN di Surabaya mencatatkan capaian signifikan dengan nilai sebesar Rp305,26 miliar, melampaui realisasi sebelumnya. Penyaluran ini mencakup pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor konstruksi, bahan bangunan, hingga pembiayaan kepemilikan rumah.

Melalui kolaborasi ini, BP Tapera memandang bahwa integrasi program pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat menjadi strategi kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Diharapkan, program KUR Perumahan dan KPR FLPP tidak hanya memenuhi kebutuhan hunian, tetapi juga mampu mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang naik kelas dan berkontribusi pada penguatan ekonomi nasional.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button