Pacu Penjualan 2026, Permata Mutiara Maja Kembali Gelar Akad Kredit Massal
Keberadaan akses KRL dinilai memberikan alternatif hunian bagi para pekerja yang beraktivitas di Jakarta dan sekitarnya.

MAJA, KabarProperti.id – Pengembang Permata Mutiara Maja, PT Bukitnusa Indahperkasa, kembali menggelar akad kredit massal sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan penjualan sepanjang 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026 lalu tersebut diikuti oleh 56 konsumen dari Cluster Montana dan Cluster Beryl. Rumah yang diakadkan dalam kegiatan tersebut berada pada rentang harga mulai Rp166 juta hingga Rp300 jutaan, dengan dukungan pembiayaan dari sejumlah perbankan, yakni BCA Sejahtera, BTN, BSN, dan BNI.
Marketing and Sales Director PT Bukitnusa Indahperkasa, Cornelius Widjaja, mengatakan pelaksanaan akad kredit massal menjadi salah satu indikator positif terhadap perkembangan pasar perumahan di kawasan Maja. Tingginya penyerapan rumah di Permata Mutiara Maja menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang terjangkau, berkualitas, dan memiliki akses transportasi yang baik masih sangat besar, ujar Cornelius Widjaja.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap Permata Mutiara Maja terus menunjukkan tren positif, baik untuk segmen rumah subsidi maupun komersial.
Akad kredit ini menjadi salah satu indikator positif bahwa pasar properti di kawasan Maja terus bertumbuh. Kami bersyukur kepercayaan masyarakat terhadap Permata Mutiara Maja terus meningkat, baik untuk rumah subsidi maupun rumah komersial, katanya.
Didominasi Keluarga Muda dari Jakarta dan Sekitarnya
Cornelius menjelaskan, konsumen Permata Mutiara Maja saat ini mayoritas berasal dari Jakarta dan wilayah sekitarnya, dengan profil pembeli yang banyak bekerja sebagai staf kantoran. Segmen keluarga muda juga menjadi salah satu kelompok konsumen yang dominan.Kemudahan akses transportasi menjadi salah satu faktor yang semakin meningkatkan minat masyarakat terhadap kawasan Maja. Keberadaan akses KRL dinilai memberikan alternatif hunian bagi para pekerja yang beraktivitas di Jakarta dan sekitarnya.
Saat ini jumlah pemesan cukup meningkat karena para pekerja dari Jakarta dan sekitarnya mencari rumah yang mudah dijangkau dengan KRL. Ini menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan Maja semakin menarik sebagai pilihan tempat tinggal, jelas Cornelius.
BACA JUGA : Permata Mutiara Maja Gelar Akad Kredit, Hadirkan Rumah Terjangkau Berkualitas Selangkah dari Stasiun Maja
Tingginya minat tersebut juga tercermin dari pola pembiayaan konsumen. Hingga saat ini, sekitar 98 persen pembeli Permata Mutiara Maja menggunakan fasilitas KPR untuk memiliki hunian.
Harga Mulai Rp166 Juta
Permata Mutiara Maja menawarkan pilihan hunian mulai dari segmen subsidi hingga komersial. Untuk rumah subsidi, tersedia tipe 27/60, sedangkan untuk segmen komersial tersedia pilihan tipe 33/60, 30/72, 33/84, dan 33/105. Harga rumah yang dipasarkan saat ini berada di kisaran Rp166 juta hingga Rp500 jutaan, sehingga konsumen memiliki pilihan hunian yang lebih beragam sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Permata Mutiara Maja juga terus memperluas pasar rumah komersial seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian dengan kualitas dan pilihan yang lebih beragam. Kami melihat potensi pasar perumahan di kawasan Maja masih sangat besar. Selain tetap menjadi pilihan utama untuk rumah subsidi, saat ini kami juga mulai mengembangkan pasar rumah komersial yang mendapat respons positif dari masyarakat, ungkap Cornelius.
Target Penjualan 1.400 Unit, Realisasi Tembus 90 Persen
Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi sejumlah tantangan, PT Bukitnusa Indahperkasa menilai dampaknya terhadap penjualan rumah relatif masih dapat dikelola. Cornelius menyebutkan, perusahaan menargetkan penjualan sebanyak 1.400 unit sepanjang 2026. Hingga saat ini, realisasi penjualan telah mencapai lebih dari 90 persen dari target tersebut. Memang ada pengaruh dari kondisi ekonomi, tetapi tidak terlalu signifikan. Strategi kami adalah terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai betapa penting dan berharganya memiliki hunian sendiri, tutur Cornelius.
Selain edukasi pasar, momentum program pemerintah 3 Juta Rumah juga dinilai memberikan dampak positif terhadap akses masyarakat dalam mendapatkan hunian. Dengan adanya dukungan pemerintah melalui program 3 Juta Rumah, masyarakat yang membutuhkan hunian menjadi lebih mudah mendapatkan akses untuk memiliki rumah, tambahnya.
Seluas 200 Hektare, 7.000 Unit Rumah Telah Terbangun
Permata Mutiara Maja dikembangkan PT Bukitnusa Indahperkasa di atas lahan seluas sekitar 200 hektare di kawasan Maja, Kabupaten Lebak, Banten. Hingga saat ini, sekitar 90 hektare kawasan telah dikembangkan dengan total sekitar 7.000 unit rumah yang telah terbangun. Dari jumlah tersebut, sekitar 5.500 kepala keluarga (KK) telah menghuni Permata Mutiara Maja. Pertumbuhan jumlah penghuni tersebut menunjukkan kawasan ini tidak hanya berkembang dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga mulai membentuk komunitas hunian yang aktif.
Permata Mutiara Maja saat ini menjadi salah satu pengembang yang memiliki posisi kuat di pasar rumah subsidi kawasan Maja. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, pengembang juga mulai memperbesar porsi pengembangan rumah komersial.
Dengan dukungan akses transportasi dan pertumbuhan kawasan, Maja dinilai memiliki prospek yang masih besar sebagai salah satu kawasan hunian penyangga Jakarta dan wilayah sekitarnya. Kami optimistis kebutuhan hunian di Maja akan terus bertumbuh. Kombinasi antara harga yang terjangkau, pilihan rumah yang semakin beragam, serta akses transportasi yang semakin mendukung membuat kawasan ini memiliki prospek yang sangat baik ke depan, kata Cornelius.
Cornelius menjelaskan, Permata Mutiara Maja merupakan salah satu pengembang yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan turut mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo. Lokasinya yang hanya sekitar 2 menit atau sekitar 800 meter dari Stasiun Maja menjadi nilai tambah utama karena memberikan kemudahan mobilitas bagi para pengguna KRL, pekerja yang beraktivitas di Jakarta maupun Tangerang, serta keluarga muda yang membutuhkan hunian nyaman dengan harga yang tetap terjangkau.
Lokasi yang sangat dekat dengan Stasiun Maja menjadikan Permata Mutiara Maja sebagai salah satu kawasan hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) yang sangat strategis. Kami optimistis kawasan ini akan terus menjadi pilihan masyarakat yang mengutamakan kemudahan akses transportasi sekaligus kualitas lingkungan tempat tinggal, jelas Cornelius.
Selain aksesibilitas yang baik, kenyamanan lingkungan juga menjadi salah satu faktor yang membuat penghuni betah tinggal di Permata Mutiara Maja. Sistem keamanan one gate system, fasilitas lingkungan yang terus berkembang, serta terbentuknya berbagai komunitas warga menjadi nilai tambah yang dirasakan langsung oleh para penghuni.
Permata Mutiara Maja berada di jantung Kota Baru Publik Maja, salah satu dari sepuluh Kota Baru Publik yang dikembangkan pemerintah. Posisi tersebut memberikan prospek investasi yang menjanjikan sekaligus menghadirkan lingkungan hunian yang nyaman untuk jangka panjang.







