100 Tukang Bangunan Program BSPS di Prabumulih Ikuti Sertifikasi
Jum'at, 25 September 2020 | 06:00 WIB
SUMATERA SELATAN, KabarProperti.id – Sebanyak 100 tukang bangunan yang akan ikut dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Selatan mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan para tukang sehingga hasil pembangunan bedah rumah yang dilaksanakan Ditjen Perumahan Kementerian PUPR dapat lebih berkualitas.
“Program BSPS di lapangan dilaksanakan dengan padat karya sehingga bisa mendorong perekonomian dan daya beli masyarakat. Para tukang bangunan yang ikut bedah rumah bisa mendapat upah kerja yang memadai,” ujar Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR di Jakarta beberapa waktu lalu.
Khalawi mengatakan, untuk menghasilkan rumah yang layak tentunya diperlukan tukang bangunan yang terampil sehingga kualitas hasil bedah rumah juga baik. Pelatihan dan sertifikasi para tukang bangunan akan terus kami laksanakan di seluruh wilayah Indonesia.
Baca juga : Pentingnya Inovasi Teknologi Infrastruktur Tahan Bencana
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sumatera V, Ir.A.Darwis menyatakan, pihaknya akan terus mendorong para tukang bangunan di Kabupaten Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan agar memiliki kemampuan khusus dan terampil dalam proses pembangunan bedah rumah masyarakat. Salah satunya dengan mengajak mereka untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi yang dilaksanakan Kementerian PUPR.
Darwis menjelaskan, pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi yang diikuti 100 tukang bangunan dilaksanakan di Kompleks Rumah Dinas Walikota Prabumulih, Sumatera Selatan. Kegiatan yang berlangsung satu hari tersebut diselenggarakan oleh BP2P Ditjen dan BP2 Jasa Konstruksi Ditjen Bina Konstruksi.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tukang bangunan yang nantinya akan terjun langsung ke lapangan dalam Program BSPS. Setelah mengikuti pelatihan tersebut, mereka akan dikoordinir oleh Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatera Selatan melaksabakan program bedah rumah BSPS ini sesuai dengan standar petunjuk teknis Kementeriaan PUPR terkait bangunan rumah yang layak huni.
Baca juga : Gedung Kuliah I Laboratorium Politeknik Negeri Ketapang Diserahterimakan
“Meskipun pelatihan dan sertifikasi ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 tapi para tukang sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Para peserta juga wajib mengikuti protokol kesehatan dan sebelum mengikuti kegiatan wajib melaksanakan rapid test guna menghindari penyebaran virus Covid 19,” terangnya.
Lebih lanjut, Darwis menjelaskan, pihaknya akan terus melaksankan kegiatan serupa mengingat kebutuhan rumah layak huni di Sumatera Selatan masih cukup tinggi. Rencananya kegiatan tersebut akan dilanjutan pada akhir September di kabupaten lain.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, tukang bangunan yang ikut dalam pelatihan ini sudah tergolong terampil. Kemampuan mereka dalam melakukan tugas yang diberikan khususnya pengenalan alat dan proses pencampuran bahan bangunan di lapangan tidak diragunakan lagi.
Baca juga : Target Selesai 2022, Bendungan Sadawarna akan Pasok Air Baku ke Kawasan Patimban dan Pantura Jawa Barat
“Jika diibaratkan pengendara kendaraan harus punya surat izin mengemudi (SIM). Maka para tukang bangunan yang ingin bekerja dalam Program BSPS harus diassesmen kemudian diberi sertifikat tukang bangunan yang baik,” tandasnya.
Sebagai informasi, jumlah rumah yang di mendapat Program BSPS di Kabupaten Prabumulih, Sumatera Selatan berjumlah 450 unit rumah. Jumlah tersebut terdiri dari 50 unit program BSPS reguler dan 400 unit dari bantuan National Affordable Housing Program (NAHP) dari Bank Dunia.
“Pelaksanaan bedah rumah di Kabupaten Prabumulih tersebat di 11 kelurahan. Kaminjuga tengah melaksanqkqn verifikasi untuk proses penerbitan Surat Keputusan Dirjen Perumahan tentang Penetapan Penerima Bantuan. Kami harap dengan para tukang bisa segera bekerja dengan baik untuk membantu masyarakat memiliki rumah yang layak huni,” harapnya. (Alex Mulyadi)