BUMD Unggulan Raih Top BUMD Awards 2026
Top BUMD Awards 2026, Penghargaan Terbesar BUMD Indonesia.

JAKARTA, KabarProperti.id – Penghargaan Top BUMD Awards 2026 diberikan di Jakarta, hari ini, kepada sejumlah BUMD (badan usaha milik daerah) dari seluruh Indonesia. Penghargaan tersebut rutin digelar per tahun oleh Majalah TopBusiness berkolaborasi dengan sejumlah lembaga/pakar. Itu antara lain Institut Otonomi Daerah (I-Otda), dan lain-lain.
Untuk mendapatkan penghargaan yang telah digelar sejak tahun 2016 itu, setiap BUMD harus melewati proses penilaian oleh Dewan Juri Top BUMD Awards 2026. Hal itu terbagi dalam beberapa tahap sedari pengisian kuesioner, wawancara penjurian, dan sidang pleno dewan juri.
Acara puncak Top BUMD Awards 2026 tersebut digelar di Hotel Raffles Jakarta. Serta dihadiri oleh 800-an orang dari berrbagai kalangan. Mereka antara lain petinggi BUMD, kepala daerah penerima penghargaan, pakar/konsultan bisnis, media massa, dan lain-lain.
Ketua Penyelenggara Top BUMD Awards 2026, M. Lutfi Handayani, mengatakan bahwa BUMD harus menjadi pemain utama ekonomi dan layanan publik di daerah. BUMD harus menjadi kebanggaan daerah dan bangsa.
Selama satu dekade terakhir, kegiatan Top BUMD Awards ini tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran, berbagi praktik terbaik,dan mendorong transformasi nyata di tubuh BUMD.
“Karena kami meyakini, BUMD yang hebat tidak lahir dari kompetisi semata, tetapi dari kemauan untuk terus belajar, berbenah, dan bertransformasi. Karena itu, Top BUMD Awards hadir bukan sekadar untuk memberi penghargaan,” kata Lutfi yang juga Pemimpin Redaksi Majalah TopBusiness itu.
Top BUMD Awards adalah gerakan nasional. Gerakan untuk mendorong BUMD menjadi lebih profesional, lebih inovatif, dan lebih berdaya saing. Ini adalah kegiatan penghargaan dan pembelajaran BUMD terbesar dan paling membanggakan di Indonesia.
Top BUMD Awards 2026 diikuti oleh 248 BUMD/BLUD terbaik di Indonesia, meningkat 4,2% dibandingkan tahun 2025 yang lalu. Dari jumlah tersebut, ada 218 BUMD yang berhasil mengikuti proses penilaian secara lengkap.
“Kami tidak berhenti pada penilaian. Kami menghadirkan ‘Nilai Tambah’, yang membuat tiap peserta mendapatkan masukan langsung dari Dewan Juri, sebagai panduan konkret untuk meningkatkan kinerja ke depan,” kata Lutfi lebih lanjut.
BACA JUGA : Top Human Capital Awards 2025: Menjadikan HCMS sebagai Pendorong Bisnis
Nama Pemenang
Adapun sejumlah nama pemenang penghargaan Top BUMD Awards 2026 adalah: Perumdam Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang; PT Mitra Patriot (Perseroda) Kota Bekasi; Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi;
RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan; Bank Kalteng; Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat; PDAM Kabupaten Kotabaru.
Lantas, ada Bank Kalsel; PT Tirta Asasta Depok (Perseroda); Perumdanm Danum Benuanta Bulungan; Perumdam Tirta Uli Pematangsiantar; Perumdam Mojopahit Mojokerto; Perumda Delta Tirta Sidoarjo; UPT RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone.
Berikutnya adalah RSUD Ajibarang Banyumas; PT Jamkrida Kalimantan Timur; Perumdam Tirta Taka Kabupaten Nunukan; Perumdam Apa’ Mening Malinau; Perumdam Tirta Muaro Kabupaten Tebo; Perumdam Tirta Lamandau; BPR Bank Daerah Lamongan (Perseroda); Perumdam Pancuraji Sanggau; Perumdam Tirta Mentaya Kotawaringin Timur; Perumdam Tirta Merapi Kabupaten Klaten; PT BPR Rokan Hilir (Perseroda).
Aset Besar
Sebagai pembicara kunci (keynote speaker) di acara puncak tersebut, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri RI, Yusharto Huntoyungo, menyampaikan sejumlah pesan. Antara lain, ia mengatakan bahwa kini total aset BUMD se-Indonesia senilai Rp1.240 triliun.
“Aset BUMD yang besar itu,” Yusharto mengatakan, “tentu akan berpotensi besar bila disertai dengan inovasi yang intensif.”
BUMD setidaknya harus bisa mencapai level full cost recovery sekali pun profitnya mungkin tak sebesar perusahaan swasta. “BUMD pun sejatinya perlu penguatan modal dasar,” kata Yusharto.
Ia pun mengatakan bahwa dengan aset ribuan triliun Rupiah out, BUMD perlu banyak dukungan penuh. Satu bentuk itu adalah dukungan memadai berbentuk payung hukum nan memadai.
“Kini kita sudah punya payung hukum memadai untuk BUMD. Maka, selanjutnya, kita perlu menyusun langkah-langkah strategis untuk BUMD. Pemangku kepentingan pun perlu disertakan dalam hal ini.”
Kriteria Penilaian
Dalam sambutannya di acara puncak itu, Ketua Dewan Juri Top BUMD Awards 2026, Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, M.A., menjelaskan bahwa tema tahun ini adalah: Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan.
Tema ini menegaskan bahwa BUMD tidak lagi cukup hanya berorientasi pada profit, tetapi harus menjadi motor penggerak pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing tinggi, selaras dengan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).
“Atas nama Dewan Juri, kami menyampaikan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif dan independen, melalui tahapan evaluasi kinerja, dokumen, serta wawancara penjurian yang mendalam,” kata Djohermansyah.
BACA JUGA : Sejumlah Perusahaan Terkemuka Raih Top GRC Awards 2025
Penilaian didasarkan pada empat aspek utama, yaitu:
1. Kinerja bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
2. Inovasi dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).
3. Kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
4. Peran strategis BUMD/BLUD dalam pembangunan berkelanjutan.
Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, Dewan Juri juga menilai peran dan kontribusi pada lima pilar utama, yaitu:
1. Pengelolaan lingkungan dan energi.
2. Tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat.
3. Tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
4. Ketahanan pangan dan air.
5. Pembangunan ekonomi daerah berkelanjutan.
“Kami juga memberi apresiasi khusus terkait kontribusi BUMD dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama di tengah dinamika kebijakan fiskal nasional yang menuntut kemandirian keuangan daerah,” Djohermansyah menambahkan.
Pada tahun ini, Dewan Juri mencatat capaian yang sangat membanggakan dari BUMD dan BLUD. Terjadi peningkatan signifikan. Dalam hal itu, banyak BUMD dan BLUD yang berhasil naik kelas, dari Bintang 3 ke Bintang 4. Bahkan tidak sedikit yang mencapai level tertinggi, yaitu Bintang 5.
Selain itu, terdapat 20 BUMD/BLUD yang meraih Golden Trophy, yaitu penghargaan bagi entitas yang berhasil memperoleh Bintang 5 selama tiga tahun berturut-turut, serta sejumlah BUMD/BLUD yang berhasil meraih Platinum Trophy, yaitu pencapaian Bintang 5 selama lima tahun berturut-turut.
Capaian ini menunjukkan adanya transformasi nyata dan peningkatan kelas BUMD di Indonesia.
Selain itu, penghargaan Top Pembina BUMD dan BLUD diberikan kepada para Kepala Daerah yang dinilai berhasil membina dan mendorong kinerja BUMD BLUD secara signifikan.
Dari proses penjurian terhadap lebih hampir 250 BUMD Terbaik di Indonesia, terdapat beberapa temuan strategis:
Pertama, inovasi telah menjadi arus utama. Mayoritas BUMD menunjukkan peningkatan kinerja dan layanan, bahkan banyak yang berhasil naik kelas ke level yang lebih tinggi.
Kedua, transformasi digital, khususnya di sektor BLUD seperti RSUD, berkembang sangat pesat. Beberapa RSUD bahkan telah mencapai standar layanan yang kompetitif dengan rumah sakit swasta maupun internasional.
Ketiga, terdapat korelasi kuat antara komitmen Kepala Daerah dengan kinerja BUMD. BUMD yang didukung secara aktif oleh pemerintah daerah cenderung menunjukkan performa yang jauh lebih baik.
Kata Djohermansyah, di sisi lain, terdapat beberapa area yang perlu menjadi perhatian bersama. Diantaranya adalah:
– Peningkatan kualitas tata kelola (GCG) melalui peningkatan kompetensi Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas.
– Transformasi digital yang terarah, didukung roadmap, manajemen data, keamanan siber, serta adopsi teknologi AI.
– Penguatan peran pemerintah daerah dalam pembinaan dan fasilitasi BUMD secara strategis dan berkelanjutan.




