Event

Gelar Buka Puasa Bersama 2.000 Anak Yatim, REI Tanggapi Positif Perpanjangan Tenor KPR Subsidi

Di tengah situasi geopolitik global yang sedang memanas, pelaku usaha properti terus membangun optimisme.

JAKARTA, KabarProperti.id – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mengadakan acara buka puasa bersama dengan 2.000 anak yatim-piatu dari 10 yayasan panti asuhan se-Jakarta di The Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, Kamis (5/3). Selain ajang silaturahmi, kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian sosial yang dilakukan asosiasi pengembang tersebut.

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengatakan kegiatan buka puasa bersama dan berbagi dengan anak yatim piatu ini adalah bentuk kepeduliaan sosial dan kemanusiaan yang harus terus dilakukan REI dari masa ke masa. Sejak didirikan 54 tahun silam, ungkapnya, dalam perjalanan waktu REI telah banyak berkiprah serta berkontribusi nyata kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam kesempatan itu, CEO Buana Kassiti Group itu juga mengajak anak yatim piatu yang hadir untuk turut mendoakan agar program pemerintah di bidang perumahan dan permukiman dapat terus berjalan dengan baik dan terus meningkat capaiannya.

“Karena kapasitas ruangan, hari ini hadir sekitar 500 anak yatim piatu, dan sisanya akan kami antar langsung kepada anak-anak (yatim piatu),” jelasnya.

Dia menambahkan, buka puasa bersama dengan anak yatim piatu merupakan program DPP REI yang didukung para mitra perbankan syariah yakni Bank Syariah Nasional (BSN) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

“Terimakasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung kegiatan ini, khususnya Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Bapak Maruarar Sirait yang berkenan hadir di sini, semoga bapak selalu diberikan Kesehatan sehingga program 3 juta rumah dapat berjalan baik sesuai harapan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Joko Suranto.

Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) menyampaikan apresiasi atas inisiatif DPP REI menyelenggarakan kegiatan berbagi dengan semangat gotong royong semua pihak. Dia turut mendoakan REI agar semakin maju dan kompak, serta terus bermanfaat bagi masyarakat.

Selain menjadi wadah silaturahmi, Menteri Ara juga menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak untuk terus mendukung hadirnya hunian yang layak bagi masyarakat. “Ini semangat kita, gotong royong untuk rakyat,” tegasnya.

BACA JUGA : Pengukuhan Pengurus DPP REI Periode 2023-2027, Tiga Hal Ini Jadi Prioritas

Turut hadir Penasihat Khusus Presiden bidang Kamtibnas dan Reformasi Kepolisian Jenderal Pol (Purn) Ahmad Dofiri, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Deputi Komisioner BP Tapera Sid Herdi Kusuma, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor, Direktur BSN Yut Penta, serta jajaran manajemen BSI.

Kebijakan Pemerintah

Usai kegiatan buka puasa bersama, Ketua Umum REI, Joko Suranto kepada wartawan mengatakan di tengah situasi geopolitik global yang sedang memanas, pelaku usaha properti terus membangun optimisme. Dia berharap situasi ini tidak berlarut-larut, sehingga tekanan terhadap ekonomi bisa diukur.

“Di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global, gejolak geopolotik di Timur Tengah pasti akan memengaruhi ekonomi di dalam negeri. Tetapi kita harus tetap mengaungkan optimisme, bahwa ekonomi kita kuat termasuk sektor properti,” ujarnya.

Menurut Joko Suranto, target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah sebesar 5,4% hingga 5,6% masih berpotensi tercapai didukung berbagai program yang dilakukan pemerintah termasuk program 3 juta rumah. Untuk itu REI memberikan dukungan agar pembangunan hunian di perkotaan berbasis hunian vertikal dapat segera berjalan.

“Kalau pembangunan hunian vertikal ini bisa digalakkan, maka berarti ada pergerakan modal, ada perputaran uang dan juga serapan tenaga kerja yang besar guna mengoptimalkan capaian target pertumbuhan ekonomi nasional di tahun ini,” paparnya.

REI juga memberikan dukungan terhadap rencana perpanjangan tenor kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi hingga 30 tahun yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

“Kami menilai positif langkah pemerintah ini, karena memperkuat keterjangkauan masyarakat. Yang seharusnya penghasilan calon konsumen belum mencukupi, dengan tenor diperpanjang maka beban cicilannya jadi lebih ringan. Berarti apa? Ini memberikan peluang lebih banyak masyarakat untuk memiliki rumah,” jelas Joko Suranto.

Selain itu, ungkapnya, perpanjangan tenor KPR akan mengurangi risiko terjadinya kredit macet (non performing loan/NPL).

Joko Suranto mendorong pentingnya edukasi yang terus menerus kepada masyarakat terkait pengelolaan finansial. Sehingga ketika penghasilan meningkat dapat digunakan untuk mengurangi pokok kreditnya, dan tidak justru tergiur untuk terlalu mengutamakan tingkat konsumtifnya.

Ditanya mengenai target penyaluran KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) sebanyak 350.000 unit di tahun 2026, dia mengatakan butuh satu upaya yang luarbiasa (extra ordinary) untuk dapat mendongkrak pasokan dan permintaan, mengingat tahun lalu penyaluran KPR FLPP hanya sekitar 83% dari target.

Menurutnya, kebijakan luarbiasa dibutuhkan untuk mengatasi berbagai kendala perizinan yang menghambat pembangunan rumah. Selain itu, strategi luarbiasa diperlukan untuk mengoptimalkan potensi pasarnya.

Joko Suranto mengatakan sejak awal program 3 juta rumah dia mendorong kerjasama yang intens dengan BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK), mengingat 76% dari penyerap kuota FLPP adalah peserta BPJS-TK.

“Kalau Kerjasama ini bisa didorong dan diorganisir sampai tingkat kabupaten secara masif, maka target itu saya yakin bisa tercapai,” tegasnya.

Kenapa BPJS Ketenagakerjaan? Joko Suranto menilai potensi peserta BPJSTK untuk mendapatkan KPR FLPP lebih terukur, karena mereka merupakan pekerja (karyawan) dengan penghasilan tetap (fix income). Selain itu perusahaan tempat mereka bekerja pun jelas. Yang dibutuhkan tinggal sosialisasi dan edukasi yang cukup kepada para peserta BPJS-TK tentang pentingnya memiliki rumah sendiri.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button