Market

Leads Property : Sektor Hotel Kuartal II 2026 Tumbuh Positif, Okupansi dan Tarif Kamar Diproyeksikan Naik hingga Akhir Tahun

Pertumbuhan pasokan masih terbatas sehingga mendukung perbaikan tingkat hunian dan tarif kamar.

JAKARTA, KabarProperti.id – Kinerja sektor hotel di Indonesia menunjukkan tren positif pada Kuartal II 2026. Berdasarkan riset PT Leads Property Services Indonesia (Leads Property), pertumbuhan pasokan hotel relatif terkendali, sementara tingkat okupansi dan tarif kamar terus mengalami perbaikan yang didorong oleh aktivitas bisnis, pariwisata, serta meningkatnya permintaan pada segmen hotel berbintang.

Hendra Hartono, Co-Founder and Chief Executive Officer (CEO) Leads Property mengatakan bahwa industri perhotelan nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang menjanjikan meskipun menghadapi sejumlah tantangan eksternal.

Menurut data Leads Property, pada Kuartal II 2026 jumlah pasokan hotel tercatat mencapai 57.382 kamar, bertambah 17 kamar secara kuartalan (QoQ). Sementara itu, tingkat okupansi berada pada level 55,9 persen, dengan rata-rata tarif kamar sebesar Rp1,5 juta per kamar per malam.

“Pasar hotel menunjukkan stabilitas yang cukup baik. Pertumbuhan pasokan masih terbatas sehingga mendukung perbaikan tingkat hunian dan tarif kamar. Ke depan, sektor ini masih memiliki potensi pasar yang menarik, terutama pada segmen hotel berbintang dan destinasi yang didukung aktivitas bisnis maupun pariwisata,” ujar Hendra Hartono.

BACA JUGA : Pasar Hotel Jakarta Kuartal III 2025 Stabil, Leads Property Prediksi Tren Baru di 2026

Okupansi Hotel Diproyeksikan Meningkat Menjadi 63 Persen pada 2026

Leads Property memproyeksikan bahwa hingga akhir 2026, pasokan hotel kumulatif akan mencapai 58.612 kamar, atau bertambah sekitar 1.342 kamar secara tahunan (YoY).

Di saat yang sama, tingkat okupansi diperkirakan meningkat menjadi 63 persen secara full year, sementara rata-rata tarif kamar berpotensi naik menjadi Rp1,8 juta per kamar per malam.

Hendra menjelaskan bahwa kenaikan tarif kamar didorong oleh masuknya pasokan baru dari hotel-hotel bintang empat dan lima yang menawarkan standar layanan lebih tinggi. “Pertumbuhan tarif kamar menunjukkan bahwa operator hotel mulai mendapatkan ruang untuk meningkatkan pendapatan. Kehadiran hotel baru pada segmen premium turut mendorong kenaikan rata-rata tarif pasar,” jelasnya.

Pasokan Hotel Baru Didominasi Rebranding dan Penyelesaian Proyek Eksisting

Dari sisi pasokan, Leads Property mencatat bahwa tambahan kamar baru hingga akhir 2026 lebih banyak berasal dari proses rebranding hotel eksisting, perubahan konfigurasi kamar, serta penyelesaian proyek hotel yang telah masuk dalam pipeline pembangunan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pengembang cenderung lebih berhati-hati dalam membangun hotel baru di tengah dinamika ekonomi dan tingginya biaya investasi.

“Penambahan pasokan saat ini lebih banyak berasal dari optimalisasi aset yang sudah ada dibandingkan pembangunan hotel baru dalam skala besar,” kata Hendra.

Ketergantungan pada Acara Besar Masih Menjadi Faktor Penentu Okupansi

Meski prospeknya positif, tingkat okupansi hotel masih sangat dipengaruhi oleh penyelenggaraan acara berskala besar, seperti kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions), agenda korporasi, kegiatan pemerintahan, serta kebijakan pemerintah yang berdampak pada mobilitas perjalanan bisnis.

BACA JUGA ; Leads Property : Tingkat Hunian dan Pasokan Hotel Meningkat

Leads Property menilai bahwa tanpa adanya agenda besar yang konsisten, tingkat okupansi berpotensi bergerak fluktuatif pada periode-periode tertentu. “Permintaan kamar hotel saat ini masih memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap event besar dan aktivitas korporasi. Oleh karena itu, keberlanjutan agenda MICE menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas okupansi,” ujar Martin Samuel Hutapea, Associate Director Research & Consultancy Department Leads Property.

Tantangan Sektor Hotel 2026

Dalam laporannya, Leads Property mengidentifikasi tiga tantangan utama yang akan memengaruhi industri hotel sepanjang 2026.

Pertama, potensi melemahnya permintaan dari segmen leisure domestik dan kegiatan MICE yang selama ini menjadi kontributor utama tingkat hunian hotel.

Kedua, tingginya biaya konstruksi yang membuat banyak pengembang kesulitan mencapai tingkat pengembalian investasi yang menarik untuk proyek hotel baru.

Ketiga, ketidakpastian kondisi ekonomi yang berpotensi meningkatkan tekanan terhadap keberlanjutan usaha sebagian pemilik hotel.

“Biaya pembangunan yang terus meningkat membuat banyak investor lebih selektif dalam mengembangkan hotel baru. Selain itu, kondisi ekonomi global dan domestik masih menjadi faktor yang perlu dicermati,” ungkap Martin.

Peluang Investasi Hotel Masih Terbuka Lebar

Di balik tantangan tersebut, Leads Property melihat sejumlah peluang yang dapat dimanfaatkan oleh investor dan pelaku industri perhotelan.

Salah satunya adalah meningkatnya fokus operator hotel terhadap wisatawan mancanegara sebagai sumber pertumbuhan permintaan baru. Selain itu, akuisisi hotel eksisting dinilai menjadi strategi yang lebih menarik dibanding membangun hotel baru dari nol.

Leads Property juga mencatat bahwa aset hotel yang berada di lokasi strategis berpotensi dipasarkan melalui skema penjualan maupun joint venture (JV) dengan valuasi yang lebih kompetitif.

“Investor saat ini memiliki peluang untuk melakukan akuisisi hotel eksisting yang sudah beroperasi. Strategi ini dinilai lebih efisien dibandingkan pembangunan baru yang membutuhkan biaya dan waktu lebih besar,” kata Martin.

Prospek Industri Hotel Tetap Positif

Secara keseluruhan, Leads Property menilai prospek sektor hotel Indonesia pada 2026 masih berada dalam jalur pertumbuhan yang sehat. Kenaikan okupansi, peningkatan tarif kamar, serta pertumbuhan pasokan yang terkendali menjadi indikator positif bagi industri perhotelan nasional.

Dengan strategi yang tepat, pelaku usaha hotel dapat memanfaatkan momentum pemulihan pasar untuk meningkatkan kinerja operasional sekaligus memperkuat daya saing di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button