JLL : Pasar Properti Indonesia Tumbuh Positif pada Kuartal I 2026
Didorong oleh sektor logistik dan perkantoran CBD.

JAKARTA, KabarProperti.id – Pasar properti Indonesia mencatat tren positif sepanjang kuartal pertama 2026, terutama ditopang sektor logistik dan perkantoran di kawasan CBD Jakarta. Tingkat okupansi perkantoran CBD tetap stabil di angka 72%, dengan permintaan ruang kantor meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Sektor perkantoran Grade A masih menjadi incaran perusahaan jasa keuangan dan teknologi. Tren ruang kantor siap pakai atau fully furnished juga semakin diminati seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi penyewa. Keterbatasan pasokan baru di kawasan CBD turut mendorong kenaikan harga sewa sekitar 0,95% dibanding kuartal sebelumnya, ujar James Taylor, Head of Research JLL Indonesia & Head of Insights & Advisory, Asia Pacific.
Di sektor ritel, pusat perbelanjaan Jakarta mencatat penyerapan positif sekitar 10.000 meter persegi. Ekspansi tenant didominasi bisnis makanan dan minuman, khususnya merek teh asal Tiongkok, serta brand parfum mewah internasional yang membuka toko pertama di Jakarta. Kondisi ini membuat tingkat okupansi mal naik menjadi 86%.
BACA JUGA : JLL Rayakan 45 Tahun di Indonesia
Sementara itu, pasar kondominium masih bergerak hati-hati meski permintaan mulai meningkat, terutama untuk unit siap huni. Insentif PPN ditanggung pemerintah dinilai efektif menarik pembeli end-user. Tingkat penjualan kondominium tercatat di angka 82% dengan pasokan baru yang masih terbatas.
Di kawasan Bodetabek, aktivitas pasar apartemen sedikit melambat. Namun, sejumlah proyek baru mulai diluncurkan di Depok dan Tangerang, didukung perpanjangan insentif PPN properti hingga 2027 yang diharapkan mampu mendorong penjualan hunian.
Sektor logistik dan pergudangan modern menjadi segmen dengan performa terbaik pada awal 2026. Tingkat hunian gudang modern di Jabodetabek stabil di angka 96%, didorong investasi manufaktur asal Tiongkok dan tingginya permintaan dari sektor logistik serta jasa pengiriman. Permintaan juga mulai meluas ke Bandung, Subang, hingga Surabaya.
“Di sisi investasi, pasar properti Indonesia masih menarik bagi investor domestik maupun asing. Investor tetap fokus pada aset yang menghasilkan pendapatan seperti perkantoran, hotel, dan serviced apartment, meski tantangan global seperti inflasi, kenaikan harga minyak, dan tekanan nilai tukar rupiah masih menjadi perhatian,” ungkap Herully Suherman, Senior Director, Capital Markets JLL Indonesia.




