Dari AU$19,5 Juta Menjadi AU$38 Juta, Apa yang Membuat One Grand Eastlakes Menarik bagi Investor?
Pentingnya menilai investasi properti secara menyeluruh.

JAKARTA, KabarProperti.id — Nilai properti ritel One Grand Eastlakes Shopping Centre di Sydney, Australia, meningkat dari AU$19,5 juta menjadi AU$38 juta sejak diakuisisi pada akhir 2024. Kenaikan sekitar 95% tersebut mendorong One Global Capital mempertimbangkan sejumlah opsi strategis, termasuk penjualan aset atau perpanjangan periode kepemilikan untuk mengoptimalkan hasil investasi.
Berdasarkan penilaian independen CBRE pada 2026, nilai One Grand Eastlakes Shopping Centre meningkat AU$5 juta dibandingkan valuasi AU$33 juta pada akhir 2025. Dengan demikian, properti komersial tersebut mencatat kenaikan nilai AU$18,5 juta sejak akuisisi awal, atau hampir dua kali lipat dalam waktu kurang dari dua tahun.
Perkembangan ini menyoroti peran strategi akuisisi, pengelolaan aset, kualitas penyewa, dan potensi pendapatan sewa dalam investasi properti komersial Australia.
Valuasi One Grand Eastlakes Naik 95% Sejak Akuisisi
One Grand Eastlakes Shopping Centre, yang sebelumnya dikenal sebagai One Global Gallery, merupakan pusat perbelanjaan milik One Global Capital di Sydney.
Perkembangan valuasinya tercatat dalam tiga tahap. Properti tersebut diakuisisi senilai AU$19,5 juta pada akhir 2024, kemudian dinilai sebesar AU$33 juta pada akhir 2025. Pada 2026, penilaian independen CBRE mencatat nilainya mencapai AU$38 juta.
Kenaikan valuasi tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan aset. Namun, nilai penilaian properti tidak serta-merta sama dengan keuntungan yang telah direalisasikan. Hasil akhir investasi tetap bergantung pada harga transaksi, biaya penjualan, serta faktor lain yang memengaruhi pengembalian bersih kepada investor.
Iwan Sunito, Chairman dan Group CEO One Global Capital, mengatakan bahwa strategi investasi One Grand Eastlakes telah dirancang dengan mempertimbangkan fundamental aset, potensi pendapatan, dan peluang peningkatan nilai.
“Pencapaian ini menjadi kabar yang menggembirakan bagi perusahaan dan para investor. Sejak awal, kami menyusun strategi dengan mempertimbangkan fundamental aset, potensi pendapatan, serta peluang peningkatan nilai dalam jangka waktu investasi yang direncanakan. Perkembangan valuasi ini menjadi salah satu indikator yang perlu dievaluasi bersama kinerja operasional dan kondisi pasar,” ujar Iwan.
BACA JUGA : One Global Capital 2026 Gelar World Roadshow
Okupansi 100%, ALDI dan Woolworths Jadi Penyewa Utama
Selain peningkatan valuasi, kinerja operasional menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pengelolaan One Grand Eastlakes Shopping Centre.
Pusat perbelanjaan seluas 3.300 meter persegi tersebut dilaporkan memiliki tingkat okupansi 100%, dengan jaringan supermarket ALDI dan Woolworths sebagai penyewa utama. Australia Post juga termasuk dalam jajaran penyewanya.
Menurut data yang disampaikan perusahaan, omzet bulanan Woolworths meningkat dari sekitar AU$150.000 menjadi lebih dari AU$520.000 sejak awal pengambilalihan.
Kehadiran penyewa yang melayani kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu karakteristik properti ritel berbasis komunitas (community retail). Segmen ini berpotensi memperoleh kunjungan berulang dari masyarakat sekitar, meskipun kinerja setiap aset tetap dipengaruhi lokasi, persaingan, kondisi bisnis penyewa, dan struktur perjanjian sewa.
Rob Pignataro, Managing Agent dari Strathfield Partners yang mendapat mandat untuk memasarkan dan menjual pusat perbelanjaan tersebut, menilai kualitas penyewa menjadi salah satu faktor pembeda One Grand Eastlakes di pasar ritel Sydney.
“Sangat jarang sebuah pusat perbelanjaan dengan luas 3.300 m² seperti One Grand Eastlakes memiliki penyewa berkualitas tinggi (triple-A tenants) seperti Aldi, Australia Post, dan Woolworths. Dengan karakteristik dan kualitas penyewa tersebut, estimasi nilai pasar properti ini berada di kisaran AU$40 juta hingga AU$46 juta,” ujar Rob.
Estimasi AU$40 juta–AU$46 juta tersebut merupakan kisaran nilai pasar yang disampaikan oleh pihak agen, bukan harga transaksi final. Realisasi harga jual nantinya bergantung pada minat pembeli, negosiasi, dan kondisi pasar saat transaksi berlangsung.
One Global Capital Pertimbangkan Penjualan atau Perpanjangan Kepemilikan
One Global Capital merancang investasi One Grand Eastlakes dengan horizon kepemilikan hingga akhir 2027. Mandat awal investasi tersebut mencakup periode kepemilikan tiga tahun dengan tujuan merealisasikan nilai aset dan mengembalikan modal kepada investor melalui strategi penjualan.
Seiring perkembangan valuasi, perusahaan kini mempertimbangkan sejumlah opsi strategis bersama para pemegang saham. Selain menjual aset, One Global Capital membuka kemungkinan memperpanjang periode kepemilikan hingga satu tahun apabila dinilai dapat memberikan peluang tambahan untuk mengoptimalkan nilai investasi.
Keputusan akhir akan mempertimbangkan prospek pendapatan, harga jual yang realistis, biaya transaksi, dan potensi hasil bersih yang dapat didistribusikan kepada investor.
Dengan pendekatan tersebut, kenaikan valuasi bukan menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan investasi. Kemampuan merealisasikan nilai aset dan menghasilkan pengembalian yang optimal juga menjadi bagian penting dari pertimbangan perusahaan.
Kinerja Aset Tarik Minat Investor Internasional
Kinerja One Grand Eastlakes Shopping Centre juga disebut mendorong ketertarikan calon investor dari sejumlah pasar internasional, termasuk Timur Tengah dan Amerika Serikat, untuk menjajaki peluang investasi bersama One Global Capital.
Iwan Sunito mengatakan perusahaan mulai menerima pertanyaan dari calon investor yang ingin mengetahui peluang investasi berikutnya.
“Kesuksesan One Grand Eastlakes Shopping Centre telah memancing ketertarikan dari calon investor lintas negara. Mereka mulai menghubungi kami untuk mencari tahu peluang investasi berikutnya. Bagi kami, ini bukan sekadar tentang kenaikan valuasi sebuah aset, tetapi juga tentang membangun kepercayaan melalui strategi akuisisi, pengelolaan aset, dan penciptaan nilai yang terukur,” kata Iwan.
Sebagai bagian dari rencana pengembangan berikutnya, One Global Capital tengah mempersiapkan peluncuran One Five Dock Masterplan Project di Sydney pada pertengahan 2027.
“Kami melihat adanya peluang untuk membawa momentum ini ke tahap berikutnya melalui One Five Dock Masterplan Project. Kami ingin memberikan kesempatan kepada para investor untuk menjajaki peluang baru melalui portofolio kami, dengan tetap mengedepankan fundamental aset dan disiplin investasi,” ujarnya.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun portofolio investasi yang bertumpu pada pemilihan aset, pengelolaan yang disiplin, dan penciptaan nilai jangka panjang.
Investasi Properti Komersial Australia Tumbuh 16%
Perkembangan One Grand Eastlakes berlangsung di tengah dinamika pasar properti komersial Australia. Mengutip data CBRE Australia yang dicantumkan perusahaan, investasi properti komersial di negara tersebut pada semester pertama 2026 meningkat 16% secara tahunan menjadi AU$19 miliar.
Bagi investor Indonesia yang mempertimbangkan diversifikasi portofolio ke luar negeri, investasi properti komersial menawarkan sejumlah aspek yang perlu dianalisis, mulai dari potensi kenaikan nilai aset hingga pendapatan sewa berulang.
Namun, investor juga perlu mempertimbangkan risiko nilai tukar, biaya pendanaan, pajak, biaya pengelolaan, serta likuiditas ketika aset akan dijual.
Fitri Hilman, Director, Commercial Services, Savills Indonesia, menilai properti ritel berbasis komunitas layak dicermati karena melayani kebutuhan sehari-hari masyarakat dan berpotensi menghasilkan pendapatan sewa berulang.
“Dalam menilai properti ritel berbasis komunitas (community retail asset), investor perlu melihat lebih dari sekadar lokasi. Kualitas dan keberlanjutan bisnis penyewa, kesesuaian tenant mix dengan kebutuhan masyarakat sekitar, tingkat okupansi, serta potensi pertumbuhan pendapatan sewa menjadi faktor penting,” ujar Fitri.
Ia menambahkan, aset semacam ini dapat menawarkan peluang pendapatan sewa yang relatif stabil bagi investor Indonesia yang ingin berekspansi ke pasar Australia, sepanjang didukung fundamental lokasi dan pengelolaan aset yang baik.
Pengelolaan Aset Jadi Kunci Strategi Investasi Jangka Panjang
Perjalanan One Grand Eastlakes Shopping Centre menggambarkan bagaimana strategi akuisisi dan pengelolaan properti dapat berkontribusi terhadap peningkatan valuasi aset. Meski demikian, hasil investasi pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kenaikan nilai berdasarkan penilaian independen, tetapi juga oleh kemampuan merealisasikan nilai tersebut melalui transaksi yang menguntungkan.
Bagi One Global Capital, pertimbangan mengenai waktu penjualan, kemungkinan memperpanjang kepemilikan, dan potensi pengembangan portofolio menjadi bagian dari strategi untuk menjaga kepentingan investor.
“Pada akhirnya, kepercayaan investor tidak dibangun hanya melalui proyeksi, tetapi melalui kemampuan menunjukkan bagaimana sebuah strategi dijalankan dan nilai diciptakan. One Grand Eastlakes Shopping Centre menjadi bagian dari perjalanan tersebut, sementara One Five Dock merupakan langkah berikutnya yang kami persiapkan untuk 2027,” tutup Iwan.
Bagi calon investor Indonesia, perkembangan ini menegaskan pentingnya menilai investasi properti secara menyeluruh. Selain memperhatikan potensi apresiasi nilai, investor perlu memahami fundamental aset, keberlanjutan pendapatan sewa, risiko pasar, dan peluang merealisasikan keuntungan.




