Komersial

Ditinjau Menperin, Modern Halal Valley Siap Jadi Epicentrum Global Industri Halal Dunia

Senin, 10 Mei 2021 | 21:40 WIB

CIKANDE, KabarProperti.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi Modern Halal Valley seluas 500 hektar yang berlokasi di dalam kawasan industri ModernCikande Industrial Estate (MCIE), Serang, Banten, yang dikembangkan PT Modern Industrial Estat, anak perusahaan PT Modernland Realty Tbk., Senin (10/5/2021).

Kunjungan ini bersifat untuk melihat secara dekat progres pembangunan Modern Halal Valley yang telah dinyatakan sebagai kawasan halal pertama di Indonesia dan lolos verifikasi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 17 Tahun 2020 tentang Tata Cara Memperoleh Surat Keterangan dalam Rangka Pembentukan Kawasan Industri Halal.

Dalam kunjungannya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan Kawasan Industri Halal di Indonesia, salah satunya Modern Halal Valley.

“Pemerintah juga mendorong agar industri besar dan industri kecil menengah (IKM) mampu bersinergi dengan baik di Modern Halal Valley. Salah satunya dengan menyiapkan sebuah platform e-commerce untuk ekosistem yang terbentuk di Modern Halal Valley bekerjasama dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI),” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita.

Modern Halal Valley
Pascall Wilson, Direktur Utama PT Modern Industrial Estat (kiri) tengah menjelaskan progress pembangunan dan pengembangan Modern Halal Valley secara langsung kepada Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian RI (tengah) yang disaksikan Dody Widodo, Sekretaris Jenderal kemenperin RI (kanan)

BACA JUGA : PT Modernland Realty Tbk. Raih Penghargaan TOP CSR Awards 2021

Ditambahkan Agus Gumiwang Kartasasmita, untuk mengakselerasi beroperasinya Kawasan Industri Halal, maka perlu intervensi Pemerintah untuk menarik investasi dengan memberikan perlakuan khusus karena industri halal belum mandatory untuk berlokasi di kawasan tersebut. Dengan tersedianya fasilitas serta infrastruktur yang lengkap dan terpadu, Indonesia akan menciptakan supply chain halal yang kuat, yang dapat didukung dengan hadirnya Halal Traceability System yang sedang disiapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

“Kemenperin tidak bisa mempercepat pembangunan Kawasan Industri Halal tanpa kerjasama dengan berbagai pihak. Pembangunan Kawasan Industri, terutama Kawasan Industri Halal, tidak hanya sebatas memperoleh perizinan tetapi bagaimana mampu mendatangkan tenant masuk kedalam kawasan. Indonesia diharapkan dapat menjadi pusat produksi halal dunia. Kemenperin harusnya bisa mengambil peran untuk dapat memfasilitasi potensi tenant untuk masuk ke Kawasan Industri Halal,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita.

Guna percepatan pemberian fasilitas bagi pelaku usaha di bidang produk halal, baik industri ataupun kawasan industri, Kementerian Perindustrian akan merevisi Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 17 Tahun 2020 tentang Tata Cara Memperoleh Surat Keterangan dalam Rangka Pembentukan Kawasan Industri Halal, dengan mencantumkan klausul fasilitas.

Pascall Wilson, Managing Director Industrial PT Modernland Realty Tbk., yang juga selaku Direktur Utama PT Modern Industrial Estat mengatakan berkomitmen untuk menjadikan Modern Halal Valley sebagai halal hub global yang akan mengedepankan integrasi rantai pasok. Rencananya, pembangunan Modern Halal Valley akan berjalan dalam waktu lima tahun yang terbagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama 150 ha, kedua 150 ha, dan ketiga 200 ha.

Modern Halal Valley
(kanan-kiri) Eko S.A. Cahyanto, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional kemenperin RI berdampingan dengan Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian RI, Pascall Wilson, Direktur Utama PT Modern Industrial Estat dan Dody Widodo, Sekretaris Jenderal kemenperin RI sedang berdiskusi mengenai konsep pengembangan Modern Halal Valley.

BACA JUGA : Modernland Realty Tanam 1.000 Bibit Pohon di Kawasan Modernland Cilejit

Untuk menjangkau pasar global, Modern Halal Valley telah menjangkau jaringan kawasan industri halal internasional seperti Cordoba Halal Park Spanyol, Johor Iskandar Halal Park, dan Penang International Halal Hub. “Pengembangan Kawasan Industri Halal masih memerlukan intervensi pemerintah dalam hal  pemberian insentif khusus produk halal dan penyederhanaan proses sistem sertifikasi. Apalagi, Kawasan Industri Halal berpotensi mengembangkan produk IKM yang berorientasi ekspor,” ujar Pascall Wilson

Pascall Wilson optimis jika kawasan Modern Halal Valley akan menjadi epicentrum global bagi industri halal dunia. Hal ini tentunya sesuai dengan harapan Pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai global hub produk halal dunia.

“Di Indonesia, industri halal belum diterapkan secara maksimal. Padahal Indonesia adalah negara dengan konsumen terbesar untuk produk halal dunia. Ironisnya, Indonesia sendiri masih berada di peringkat 5 besar dalam pasar Industri halal dunia, dimana, posisi pertama masih dipegang oleh Malaysia yang sekarang ini sedang mengembangkan industri halalnya secara masif,” ujar Pascall Wilson.

Lebih lanjut Pascall Wilson mengatakan, sayangnya, Indonesia baru sebatas pasar dan belum menjadi pelaku industrinya. Kondisi inilah yang menjadi latar belakang pihaknya dalam mengembangkan cluster industri halal pertama di Indonesia bernama Modern Halal Valley di dalam kawasan ModernCikande Industrial Estate. “Melalui Modern Halal Valley, ModernCikande siap memfasilitasi investor industri halal baik itu lokal maupun mancanegara yang ingin berinvestasi dan mengembangkan produk-produk bersertifikasi halal di Indonesia,” jelas Pascall Wilson.

Modern Halal Valley
Eko S.A. Cahyanto, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional kemenperin RI (ketiga kanan) berdampingan dengan Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian RI (keempat kanan), Pascall Wilson, Direktur Utama PT Modern Industrial Estat (tengah) dan Dody Widodo, Sekretaris Jenderal kemenperin RI (keempat kiri) berpose bersama saat meninjau progress pembangunan dan pengembangan Modern Halal Valley

BACA JUGA : Modernland Realty Apresiasi Pemasar Properti Berprestasi Melalui Marketing Awards 2020

Karena itu Pascall Wilson pun berharap, agar ke depannya akan semakin banyak lagi kawasan industri halal yang tumbuh dan berkembang di Indonesia seperti halnya Modern Halal Valley. Dengan demikian, upaya untuk dapat menarik perhatian para investor asing ke tanah air sekaligus rencana meningkatkan produksi produk halal di dalam negeri dapat segera terealisasi.

Fasilitas Berstandar Internasional

Pascall Wilson menuturkan, ada beberapa keunggulan yang ditawarkan Modern Halal Valley sebagai epicentrum global bagi industri halal dunia. Antara lain, Modern Halal Valley merupakan sebuah kawasan industri halal pertama dan terbesar di Indonesia dengan rencana pengembangan seluas 500 hektar. Sesuai visinya, keberadaan Modern Halal Valley mencakup Halal Intregrated Supply Chain, Standard Factory Building, Industrial Land, dan Logistic Park.

Modern Halal Valley juga merupakan zona industri halal yang merangkul nilai-nilai Muslim, memenuhi standar tertinggi dalam hal halal, keamanan pangan, dan kelestarian lingkungan. Modern Halal Valley juga menyediakan berbagai kebutuhan penunjang bagi ekosistem halal yang lengkap untuk produksi halal yang efisien serta pendistribusian domestik dan ekspor ke pasar internasional.

“Zona industri halal yang kami kembangkan memiliki infrastruktur dan fasilitas yang menunjang manajemen dan distribusi halal, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun pasar internasional,” ujar Pascall Wilson.

BACA JUGA : Optimis Properti Rebound, Modernland Realty Siapkan Apartemen Elegan dan Berkelas di Kota Modern

Pascall Wilson menambahkan, kawasan industri halal di MCIE telah didukung fasilitas dan infrastruktur modern yang telah terintegrasi serta memiliki akses pada jaringan pasar halal global. Saat ini kawasan industri ModernCikande sudah saling terintegrasi karena dilengkapi dengan infrastruktur berkualitas dan fasilitas-fasilitas pendukung serta pengaturan kawasan. Di Kawasan ini juga disediakan kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang akan membantu dan memberi informasi bagi para investor asing terkait semua hal tentang investasi di Indonesia termasuk membantu permohonan izin dan penyerahan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM).

ModernCikande Industrial Estate sebagai salah satu kawasan industri terbesar di barat Jakarta. Berjarak hanya 70 km dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dengan akses tol langsung melalui exit Tol Cikande yang hanya berjarak 900 meter dari gerbang kawasan industri ModernCikande Industrial Estate untuk menuju ruas Tol Jakarta-Merak.

Dari total lahan 3.175 hektar, luas lahan yang telah dikembangkan mencapai 40% dengan sisa landbank sekitar 1900-an hektar. Saat ini ModernCikande telah dihuni lebih dari 200 perusahaan baik lokal maupun multinasional dengan berbagai ragam jenis usaha. Perusahaan yang mendominasi adalah perusahaan chemical, diikuti oleh perusahaan yang begerak di bidang steel, metal product & smelter serta perusahaan di bidang home & building materials.

PT Modern Industrial Estat menawarkan lahan di kawasan pengembangan Modern Halal Valley berupa kavling industri untuk produk makanan & minuman, obat-obatan, kosmetika, dan tidak menutup kemungkinan bagi jenis industri lain yang berkaitan dengan produk turunan halal. “Kedepannya gudang logistik, ruko serta perumahan dan dryport akan segera kami bangun di kawasan Modern Halal Valley ini,” kata Pascall Wilson.

BACA JUGA : Tawarkan Kemudahan Investasi Properti, Modernland Realty Luncurkan Channel Sales CariPro

“ModernCikande Industrial Estate ingin berpartisipasi dalam mewujudkan visi Indonesia membangun ekosistem halal yang lengkap untuk makanan halal dan industri terkait. Modern Halal Valley menyediakan lahan premium bagi perusahaan yang ingin menjadikan Indonesia sebagai basis bagi bisnis internasional mereka dalam hal produksi dan perdagangan halal,” ujar Pascall Wilson.

Menurutnya, satu-satunya cara untuk memenuhi permintaan atas meningkatnya pasar produk halal secara efektif adalah dengan menciptakan merek-merek produk halal baru serta membawa arus perkembangan industri ke global market halal dengan cara berkolaborasi di antara cluster halal di dunia dibanding beroperasi secara terpisah. “Jaringan cluster halal merupakan salah satu key factor untuk mengembangkan industri halal secara global,” jelas Pascall Wilson.

ModernCikande Industrial Estate
Gerbang ModernCikande Industrial Estate

PT Modern Industrial Estat telah menjalin kerjasama dengan Perbankan Syariah yang merupakan salah satu cara membentuk suatu ekosistem halal di Indonesia. “Melalui skema kerjasama dengan Perbankan Syariah maka pembiayaan kawasan halal dapat lebih terakomodir dengan baik karena para investor dapat lebih nyaman berinvestasi di kawasan industri halal. Tujuan yang ingin dicapai dari kerjasama dengan Perbankan Syariah yakni antara lain menciptakan suatu sinergi terkait dengan peningkatan pertumbuhan industri halal di Indonesia melalui pembiayaan dari Perbankan Syariah yang mencakup pemanfaatan produk-produk dan jasa Perbankan Syariah. Konsumen dapat memanfaatkan produk Perbankan Syariah guna memperlancar pembiayaan ataupun pemanfaatan jasa perbankan lainnya yang kedepannya akan memudahkan konsumen untuk mengembangkan usahanya,” jelas Pascall Wilson.

“Progress pengembangan kawasan Modern Halal Valley saat ini telah memasuki tahapan pembangunan sarana dan prasarana berupa insfrastruktur jalan di dalam kawasan serta fasilitas infrastruktur pendukung lainnya”, kata Pascall Wilson seraya mengatakan sejauh ini sudah ada Major Tenant yang telah menyatakan untuk bergabung di Modern Halal Valley.

 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close