Dari Krisis 1998 hingga Melantai di Bursa, Ishak Chandra Tuangkan 33 Tahun Perjalanan Bisnis dalam Buku “Bermain di Papan Besar”
Setiap prinsip dilengkapi dengan kisah nyata yang dialami Ishak sepanjang perjalanan kariernya.

JAKARTA, KabarProperti.id – Perjalanan membangun bisnis tidak selalu dimulai dari posisi yang ideal. Bagi Ishak Chandra, Co-Founder & Group CEO Triniti Land (IDX: TRIN), perjalanan tersebut justru dibentuk oleh berbagai titik balik.
Dimulai dari masa kecil yang penuh perjuangan, kehilangan harta dalam krisis tahun 1998, pengalaman ditipu hingga kehilangan uang warisan ibunya, hingga akhirnya membawa perusahaan yang dibangunnya melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Januari 2020.
Rangkaian pengalaman tersebut kini dituangkan Ishak dalam buku berjudul “Bermain di Papan Besar”. Buku ini mengangkat perjalanan hidup, karier, prinsip kepemimpinan, serta pelajaran bisnis yang diperoleh Ishak selama lebih dari tiga dekade. Bukan hanya sekadar biografi, melainkan sebuah refleksi perjalanan 33 tahun Ishak Chandra di dunia profesional dan bisnis.
Kisah tersebut dimulai ketika ia bergabung sebagai Management Trainee di Astra International pada 1991, kemudian menghabiskan 13 tahun di Soewarna Business Park yang merupakan perusahaan patungan Salim Group dan Sojitz Corporation, sebelum melanjutkan perjalanan selama delapan tahun di Sinar Mas Land sebagai Director of Corporate Strategy hingga CEO Strategic Development & Services.
BACA JUGA : Kinerja Kuartal I 2026 Bersifat Timing, TRINLAND Siapkan Lonjakan Pengakuan Pendapatan di Semester II
Perjalanan tersebut kemudian membawanya menjadi Co-Founder & Group CEO Triniti Land, perusahaan properti yang resmi tercatat di BEI pada 2020.
“Bermain di Papan Besar” merangkum perjalanan tersebut ke dalam 30 bab, tujuh bagian, dan 12 prinsip utama yang dapat menjadi referensi bagi pembaca dalam memahami bisnis, kepemimpinan, pengambilan keputusan, hingga bagaimana menghadapi berbagai fase kehidupan profesional. Setiap prinsip dilengkapi dengan kisah nyata yang dialami Ishak sepanjang perjalanan kariernya.
Dari Krisis hingga IPO
Krisis 1997/1998 menjadi salah satu periode paling berat dalam kehidupan Ishak. Ia pernah kehilangan hampir seluruh yang dimilikinya pada masa tersebut. Namun, pengalaman itu tidak berhenti sebagai cerita tentang kehilangan. Dua dekade kemudian, Ishak justru berada di posisi membawa perusahaan yang dibangunnya untuk mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia.
Kontras antara dua titik tersebut menjadi salah satu perspektif utama yang ditawarkan dalam “Bermain di Papan Besar”, bahwa perjalanan bisnis bukan hanya tentang keberhasilan yang terlihat, tetapi juga tentang bagaimana seseorang merespons kegagalan, kehilangan, dan ketidakpastian.
Dari Luka Pribadi Menjadi Misi Sosial
Di balik perjalanan profesionalnya, buku ini juga membuka sisi personal Ishak yang selama ini relatif jarang diketahui publik. Pada Bab 24, “Dari Luka Sendiri ke Misi untuk Semua,” Ishak menceritakan pengalaman pribadi yang kemudian menjadi salah satu alasan lahirnya misi sosial yang ia jalankan melalui Yayasan Sinergy Bangun Indonesia (Sinergy Indonesia), tempat ia menjabat sebagai Ketua Umum.
Melalui program Agent of Hope, misi tersebut diarahkan untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak muda Indonesia, khususnya melalui akses pendidikan dan kesempatan kerja.
Komitmen tersebut juga tercermin dalam keputusan Ishak untuk tidak mengambil keuntungan pribadi dari penjualan buku ini. Seluruh hasil keuntungan dari penjualan buku “Bermain di Papan Besar” akan disalurkan untuk mendukung program Agent of Hope, termasuk beasiswa dan akses kerja bagi generasi muda Indonesia.
Testimoni dari Empat Lingkaran Kehidupan
Buku ini memuat kesaksian dan cerita dari sejumlah tokoh publik dan praktisi bisnis, antara lain Sandiaga Uno, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia; Merry Riana, Helmy Yahya, Bong Chandra, dan James Gwee.
Selain tokoh publik, buku ini juga menghadirkan perspektif dari orang-orang yang berada paling dekat dengan Ishak, yaitu istri dan kedua anaknya.
Kehadiran berbagai perspektif tersebut memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai sosok Ishak, tidak hanya sebagai eksekutif dan praktisi bisnis, tetapi juga sebagai suami, ayah, sahabat, mentor, dan rekan kerja.
Tentang “Bermain di Papan Besar”
Judul : Bermain di Papan Besar
Penulis : Ishak Chandra
Isi : 30 bab, 7 bagian, 12 prinsip
Fokus : Perjalanan karier, bisnis, kepemimpinan, dan kehidupan Ishak Chandra selama 33 tahun
Komitmen : 100% royalti penjualan buku disalurkan untuk program Agent of Hope melalui Yayasan Sinergy Bangun Indonesia, untuk mendukung beasiswa dan akses kerja bagi anak muda Indonesia.
Tentang Ishak Chandra
Ishak Chandra adalah Co-Founder & Group CEO Triniti Land (IDX: TRIN). Lahir di Surabaya pada 14 Agustus 1969, Ishak merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan meraih gelar MBA dari University of Central Arkansas.
Sebelum bersama Co-Founder lainnya membangun Triniti Land, ia memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di berbagai perusahaan dan posisi strategis, termasuk Astra International, Lippoland, Salim & Sojitz, dan Sinar Mas Land. Ishak juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan membagikan pemikiran mengenai bisnis serta kepemimpinan kepada generasi muda Indonesia.




