Market

Pasar Properti Jakarta dan Jabodetabek Menguat, Permintaan Lahan Industri Tembus 155 Hektare

Bekasi, Karawang, dan Subang menjadi kontributor utama permintaan industri.

JAKARTA, KabarProperti.id – Pasar properti komersial Jakarta dan Jabodetabek menunjukkan perkembangan positif pada kuartal III 2026. Laporan MarketBeat Cushman & Wakefield mencatat peningkatan penyerapan ruang perkantoran, permintaan lahan industri yang tinggi, serta kondisi pasar ritel dan kondominium yang relatif stabil.

Di sektor perkantoran CBD Jakarta, penyerapan bersih mencapai 56.900 meter persegi pada kuartal III 2026, meningkat dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya. Angka tersebut menjadi penyerapan kuartalan tertinggi dalam 10 kuartal terakhir.

Tingkat hunian perkantoran CBD juga meningkat menjadi 78 persen pada akhir September 2026. Sementara itu, total pasokan tetap sekitar 7,4 juta meter persegi tanpa tambahan gedung baru.

BACA JUGA : Bagaimana AI Mendefinisikan Ulang Pasar Properti?

Di sektor ritel, tingkat hunian mal Jakarta relatif stabil di angka 77,8 persen. Mal-mal premium masih menjadi daya tarik bagi merek internasional, khususnya di sektor fesyen, kecantikan, dan olahraga. Rata-rata tarif sewa dasar tercatat Rp840.100 per meter persegi per bulan.

Sementara itu, pasar kondominium Jabodetabek mencatat tingkat penjualan kumulatif sebesar 94,8 persen. Harga jual rata-rata meningkat 1,8 persen secara tahunan menjadi Rp52,3 juta per meter persegi. Meski demikian, pengembang masih cenderung berhati-hati dalam meluncurkan proyek baru dan memprioritaskan penjualan unit yang telah selesai dibangun.

Permintaan Lahan Industri Meningkat

Kinerja paling menonjol terlihat pada sektor industri. Permintaan lahan industri mencapai 155 hektare pada kuartal III 2026, menjadi tingkat penyerapan tertinggi sepanjang tahun ini.

Bekasi, Karawang, dan Subang menjadi kontributor utama permintaan, masing-masing menyumbang sekitar sepertiga dari total penyerapan. Industri berteknologi tinggi, terutama pusat data (data center) dan bisnis terkait serat optik, menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.

Dari sisi harga, rata-rata lahan industri meningkat 7,6 persen secara tahunan menjadi Rp3,11 juta per meter persegi. Kenaikan terutama dipengaruhi keterbatasan ketersediaan lahan di Bekasi.

Secara keseluruhan, laporan MarketBeat Cushman & Wakefield menunjukkan pasar properti Jakarta dan Jabodetabek masih memiliki prospek positif, terutama pada sektor perkantoran dan industri. Permintaan dari perusahaan teknologi tinggi serta terbatasnya pasokan baru menjadi faktor penting yang memengaruhi dinamika pasar properti pada kuartal berikutnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button