Event

Indonesia Properti Expo Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Selasa, 17 Mei 2022 | 16:00 WIB

JAKARTA, KabarProperti.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung PT. Bank Tabungan Negara atau BTN dalam penyelenggaraan pameran perumahan bertajuk Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022. Adanya pameran perumahan yang akan digelar mulai tanggal 15 – 22 Mei 2022 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat akan hunian yang layak dan terjangkau sekaligus mendorong perekonomian nasional pasca Pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Melalui penyelenggaraan Indonesia Properti Expo tahun 2022 ini, kami (Kementerian PUPR-red) berharap dapat menjadi momentum dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat dan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui sektor properti,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dalam pembukaan pameran IPEX 2022 di Jakarta, Minggu (15/5/2022).

Pada kesempatan itu, Menteri PUPR juga berharap agar kerja sama antara pemerintah dan seluruh stakeholder, khususnya pengembang dan perbankan, akan berjalan semakin baik untuk mampu menjawab tantangan penyediaan perumahan, khususnya dalam pemanfaatan subisidi pemerintah serta pemenuhan rumah yang berkualitas bagi masyarakat.

“Pemerintah siap bekerjasama dengan seluruh stakeholder dalam mewujudkan perumahan yang layak bagi masyarakat untuk Indonesia Maju. Kami juga mengapresiasi semangat BTN bersama para pengembang yang ikut berpartisipasi dalam pameran ini dan berharap bisa meningkatkan perekonomian pasca pandemi dan semoga pameran ini ke depan bisa dilaksanakan di seluruh Indonesia,” terangnya.

BACA JUGA : Yuk Cari Properti Impian di IPEX 2022

Pemerintah melalui Kementerian PUPR, imbuhnya, akan terus mendorong berbagai kemudahan serta fasilitas pembiayaan dalam pembangunan perumahan bagi masyarakat. Selain itu, generasi milenial di Indonesia diharapkan juga dapat mulai memikirkan untuk memiliki rumah bertama melalui Program Sejuta Rumah.

“Ini saatnya generasi milenial yang ingin memiliki rumah pertama melalui berbagai promosi dan kemudahan yang ditawarkan pengembang dan perbankan dalam pameran IPEX 2022. Saat ini juga ada konsep pembangunan hunian dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang dibangun pengembang yang dekat dengan sarana transportasi umum sehingga dapat mempermudah akses penghuninya,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo menyampaikan bahwa IPEX 2022 diselenggarakan mulai tanggal 15 – 22 Mei 2022 di JCC Senayan Jakarta. Pada kegiatan ini BTN juga menargetkan para generasi muda agar bisa memiliki rumah sehingga tema utama yang diusung adalah BTN Property For Millenials dengan tagar #YangMudaPunyaRumah.

BACA JUGA : Triyasa Optimis Hadir di Indonesia Properti Expo 2022

Kegiatan IPEX 2022 diikuti oleh 41 pengembang yang terdiri dari 11 pengembang subsidi dan 30 pengembang pengembang non-subsidi serta enam peserta dari penyedia pendukung perumahan dan pengembang non asosiasi. Proyek yang dipasarkan melalui pameran ini berjumlah 225 proyek perumahan dengan lokasi yang tersebar di seluruh Jabodetabek dan beberapa kota besar lainnya seperti Bandung, Surabaya, serta lokasi-lokasi strategis lainnya.

Haru menambahkan, BTN menawarkan sejumlah kemudahan dalam pameran ini meliputi suku bunga promo mulai 2,22 persen, bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas biaya appraisal. Harga jual properti yang akan dipasarkan selama pameran ini adalah mulai Rp 168 juta sampai dengan Rp 3,5 Miliar.

“Pada IPEX 2022 ini Bank BTN mentargetkan untuk menerima pengunjung pameran sebanyak 50.000 pengunjung selama 8 hari. Selain itu juga target potensi ijin prinsip KPR yang  ditetapkan adalah sebanyak Rp 1,5 Triliun terdiri dari KPR Non-subsidi Rp 900 Miliar, KPR Subsidi Rp 300 Miliar dan KPR Syariah Rp 300 Miliar. Kami juga menargetkan booking KPR dengan total nominal Rp 200 miliar dengan rincian Rp 120 Miliar Non-subsidi, Rp 40 Miliar subsidi, dan Rp 40 Miliar penyaluran dengan skema Syariah,” terangnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button