Market

Leads Property : Pasar Apartemen Sewa Jakarta Tetap Stabil, Okupansi Bertahan 63 Persen

Apartemen sewa masih memiliki prospek positif hingga akhir tahun 2026 meskipun pasar bergerak lebih selektif.

JAKARTA, KabarProperti.id – Pasar apartemen sewa di Jakarta menunjukkan kinerja yang relatif stabil pada Kuartal II-2026. Konsultan properti PT Leads Property Services Indonesia (Leads Property) mencatat tingkat okupansi bertahan di angka 63 persen, sementara harga sewa rata-rata mencapai Rp323.000 per meter persegi per bulan.

Berdasarkan riset terbaru Leads Property, total pasokan apartemen sewa pada periode tersebut tercatat sebanyak 11.067 unit. Kinerja pasar ditopang oleh permintaan yang datang dari penyewa jangka panjang maupun jangka pendek yang masih aktif di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Associate Director Research & Consultancy Department PT Leads Property Services Indonesia, Martin Samuel Hutapea, saat Media Breafing di Halo Space @ Indonesia Stock Exchange Building, Kamis (18/6) mengatakan bahwa sektor apartemen sewa masih memiliki prospek positif hingga akhir tahun 2026 meskipun pasar bergerak lebih selektif.

“Tingkat okupansi cenderung stabil karena didukung oleh permintaan sewa jangka panjang maupun jangka pendek. Hal ini menunjukkan bahwa pasar apartemen sewa masih memiliki basis permintaan yang cukup kuat di Jakarta, terutama dari kalangan ekspatriat, profesional, dan pelaku bisnis yang membutuhkan fleksibilitas hunian,” ujar Martin Samuel Hutapea.

BACA JUGA : Sektor Retail Jakarta Tetap Stabil pada Kuartal II-2026, F&B dan Brand Asal Tiongkok jadi Penggerak Utama Permintaan

Pasokan Apartemen Sewa Bertambah pada Semester II-2026

Leads Property memperkirakan pasokan apartemen sewa akan terus bertambah hingga akhir tahun. Setidaknya terdapat dua proyek baru yang dijadwalkan mulai beroperasi, yakni Oakwood Slipi dan Oakwood Fatmawati.

Dengan tambahan pasokan tersebut, jumlah unit apartemen sewa secara kumulatif diproyeksikan meningkat menjadi 11.502 unit pada akhir 2026 atau bertambah sekitar 435 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Martin, tambahan pasokan baru tersebut akan memperkaya pilihan hunian sewa, khususnya pada segmen apartemen berlayanan (serviced apartment) yang banyak diminati kalangan profesional dan ekspatriat.

“Masuknya pasokan baru menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek pasar apartemen sewa. Namun pengelola tetap perlu menjaga kualitas layanan dan diferensiasi produk agar dapat bersaing di tengah bertambahnya pilihan bagi penyewa,” katanya.

Harga Sewa Diproyeksikan Naik Tipis

Di tengah peningkatan pasokan, harga sewa apartemen diperkirakan masih mengalami kenaikan moderat. Leads Property memproyeksikan harga sewa rata-rata akan mencapai Rp335.000 per meter persegi per bulan pada akhir tahun 2026.

Kenaikan tersebut didorong oleh hadirnya proyek-proyek baru pada segmen upscale yang menawarkan fasilitas dan layanan lebih premium.

“Harga sewa diperkirakan meningkat secara terbatas seiring masuknya pasokan baru di kelas upscale. Meski demikian, kenaikan ini masih berada dalam level yang sehat dan sejalan dengan kondisi pasar saat ini,” jelas Martin.

BACA JUGA : Tren Kantor Masa Depan: Fleksibilitas, Teknologi AI, dan Kawasan Mixed-Use Jadi Penentu Utama

Outlook Apartemen Sewa 2026

Secara keseluruhan, Leads Property menilai pasar apartemen sewa Jakarta masih berada dalam fase pertumbuhan yang stabil. Bertambahnya pasokan baru tidak diperkirakan akan memberikan tekanan signifikan terhadap tingkat hunian karena permintaan tetap terjaga.

Data Leads Property menunjukkan bahwa hingga akhir 2026, pasar apartemen sewa diproyeksikan memiliki pasokan kumulatif 11.502 unit, tingkat okupansi 63 persen, harga sewa rata-rata Rp335.000 per meter persegi per bulan.

Prospek tersebut mencerminkan bahwa sektor apartemen sewa masih menjadi salah satu segmen properti komersial yang menarik, terutama bagi investor dan operator yang menyasar kebutuhan hunian fleksibel di kawasan perkotaan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button