Market

Pasar Kondominium Jakarta Kuartal III Stabil, Leads Property Ungkap Outlook Cerah hingga 2026

Berpotensi tumbuh moderat dalam dua tahun mendatang.

JAKARTA, KabarProperti.id – Pasar kondominium Jakarta pada kuartal III 2025 menunjukkan pergerakan yang relatif stabil di tengah persaingan ketat dengan rumah tapak.

Berdasarkan laporan terbaru Leads Property, total pasokan kondominium strata-title di Jakarta mencapai 259,9 ribu unit, dengan tingkat penjualan rata-rata di angka 83%, stabil dibanding kuartal sebelumnya.

Associate Director Research & Consultancy Department Leads Property, Martin Samuel Hutapea, menjelaskan saat Media Briefing Q3 2025, Kamis (20/11) di Jakarta, bahwa pasar kondominium masih mempertahankan daya tariknya, terutama di segmen menengah ke atas dan mewah yang didorong oleh preferensi gaya hidup urban.

BACA JUGA : Pasar Hotel Jakarta Kuartal III 2025 Stabil, Leads Property Prediksi Tren Baru di 2026

Pasokan dan Permintaan Tetap Seimbang

Martin mengungkapkan bahwa pada kuartal III, permintaan kondominium tercatat mencapai 288 unit, didominasi oleh segmen atas dan mewah. Sementara itu, jumlah unit yang belum terjual di Jakarta mencapai 44,2 ribu unit, sebagian besar berasal dari proyek yang telah lebih dulu diluncurkan.

“Pasar menunjukkan stabilitas yang sehat. Walaupun persaingan dengan rumah tapak semakin ketat, proyek yang berada di lokasi strategis tetap mencatat permintaan baik, terutama dari end-user dengan mobilitas tinggi,” kata Martin Samuel Hutapea.

Dari sisi wilayah, pasokan masih didominasi area OCBD dengan kontribusi 79%, harga rata-rata Rp 26 juta/m², dan pertumbuhan harga 0,7% QoQ. Adapun kawasan CBD Jakarta menyumbang 21% pasokan dengan harga rata-rata Rp 58 juta/m².

Secara umum, harga jual rata-rata kondominium Jakarta berada di angka Rp 27,8 juta/m², naik tipis sekitar 0,5% dibanding kuartal sebelumnya.

BACA JUGA : Pasar Perkantoran Jakarta Masih Tertekan di 2025, Diprediksi Lebih Sehat di 2026

Outlook 2026: Permintaan Diprediksi Tumbuh, Pasokan dan Harga Stabil

Memasuki 2026, Leads Property memperkirakan pasar kondominium Jakarta akan tetap stabil dengan tren permintaan yang meningkat.

Pasokan kumulatif 2026 stabil. Leads Property memperkirakan pasokan akan bertahan di kisaran 259,9 ribu unit hingga 2026.

Permintaan diproyeksikan meningkat 400–500 unit. Martin menyebutkan bahwa peningkatan permintaan akan didorong oleh dua kelompok utama pembeli milenial dan generasi Z, sebagai first-home buyer, mencari hunian dekat transportasi umum dan pusat bisnis.

End-user non-first-home buyer kelas menengah atas yang mengutamakan premium lifestyle, kenyamanan, dan desain berkualitas.

“Generasi muda semakin memilih tinggal di kawasan yang terhubung dengan transportasi umum dan pusat bisnis. Sementara itu, segmen upper class tetap mencari unit premium dengan 3–4 kamar yang menawarkan kenyamanan dan fasilitas lengkap,” jelas Martin.

Harga jual diproyeksi stabil. Harga kondominium diperkirakan berada di kisaran Rp 27,5–28 juta/m², seiring minimnya tekanan pasar dan stabilnya permintaan.

Kelas Middle to Upper Masih Jadi Pendorong Utama Pasar

Menurut Martin, segmen middle to upper akan tetap menjadi motor utama pasar kondominium Jakarta. Proyek di kawasan yang memiliki fasilitas lengkap, dekat pusat bisnis, dan memiliki akses transportasi umum akan mencatat performa terbaik.

Namun, ia menekankan bahwa pasar kondominium masih menghadapi kompetisi ketat dari rumah tapak yang kini memiliki harga relatif sebanding. Karena itu, diperlukan insentif seperti keringanan pajak, skema cicilan yang lebih fleksibel, efisiensi IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan) yang lebih rendah.

Stabil dengan Arah yang Positif

Leads Property menilai pasar kondominium Jakarta tetap dalam kondisi stabil dan berpotensi tumbuh moderat dalam dua tahun mendatang. Dengan preferensi generasi muda yang berubah dan kebutuhan gaya hidup urban yang semakin tinggi, permintaan diperkirakan meningkat, terutama untuk proyek di lokasi strategis dengan akses transportasi yang baik.

“Secara keseluruhan, pasar kondominium Jakarta masih menjanjikan, terutama bagi pengembang yang mampu menyesuaikan diri dengan preferensi konsumen baru dan dinamika pasar yang terus berkembang,” tutup Martin.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button